Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Breaking News

latest

Sebàgai Pelayan Masyarakat, Supriadi Arif Jemput Aspirasi Masyarakat Kecamatan Penrang

Supriadi Arif paparkan program pemerintah pro masyarakat   WAJO, TEROPONGPENDIDIKAN.COM--Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel)...

Supriadi Arif paparkan program pemerintah pro masyarakat

 

WAJO, TEROPONGPENDIDIKAN.COM--Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali melanjutkan agenda Reses Masa Persidangan II Tahun Anggaran 2025-2026 di Tobulelle, Desa Temmabarang, Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo, Kamis (19/2/2026).


Kehadiran pimpinan DPRD Sulsel ini disambut antusias oleh warga setempat. 


Sebelumnya, rombongan juga telah melakukan kegiatan serupa di Dusun Uru, Desa Rumpia, Kecamatan Majauleng.


Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPRD Sulsel menegaskan bahwa reses merupakan wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan keluh kesah dan kendala yang dihadapi di desa. 


Ia menekankan bahwa kehadirannya bertujuan untuk meringankan beban ekonomi dan sosial masyarakat.


"Saya tegaskan, kedudukan saya di DPR adalah untuk melayani, bukan dilayani. Kekuasaan itu harus berguna untuk rakyat, bukan sekadar mengejar status atau jabatan," tegasnya di hadapan warga Tobulelle.


Dalam pertemuan tersebut, sejumlah aspirasi disampaikan oleh warga yang mencakup berbagai sektor kehidupan. 


Masyarakat mengusulkan pengadaan sumur bor untuk pengairan sawah, bantuan bibit pertanian, hingga bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan). 


Selain itu, warga juga mengharapkan adanya bantuan pendidikan berupa beasiswa, serta dukungan bagi UMKM.


Menanggapi aspirasi warga terkait kebutuhan sumur bor, ia menjelaskan bahwa program tersebut sempat terhenti akibat efisiensi anggaran. 


Namun, pihaknya kini tengah memperjuangkan kembali program tersebut melalui koordinasi lintas sektor.


"Jika informasi penyaluran sudah turun, wilayah ini akan kami prioritaskan," janjinya.


Terkait bantuan bibit padi, jagung, hingga cabai, ia meminta masyarakat segera menyiapkan Kelompok Tani dan mengumpulkan proposal dalam waktu satu minggu. 


Ia memberikan catatan khusus mengenai ketepatan waktu distribusi.


"Saya minta kelompok tani segera setor data dalam seminggu ini. Cantumkan jenis bibit dan jadwal musim tanamnya. Jangan sampai bantuan datang saat musim sudah lewat, itu namanya mubazir. Kita ingin bantuan ini tepat guna dan tepat waktu," ungkapnya.


Sementara untuk Alat Mesin Pertanian (Alsintan), ia memastikan adanya jatah aspirasi pribadi setiap tahunnya berupa 2 unit combine dan 10 unit traktor. 


Ia menjamin seluruh bantuan tersebut tidak dipungut biaya sedikitpun.


"Untuk bantuan alat mesin pertanian seperti combine dan traktor, saya jamin satu rupiah pun tidak ada pungutan. Ini adalah jatah aspirasi yang murni untuk petani. Kalau ada yang minta bayaran, lapor ke saya," tegas politisi Sulsel tersebut.


Di sektor pendidikan, bagi warga yang membutuhkan bantuan beasiswa, ia meminta masyarakat untuk langsung menghubungi nomor pribadinya guna menghindari birokrasi yang berbelit-belit.


Sedangkan untuk infrastruktur jalan dan lampu jalan, ia menceritakan pengalamannya dalam memperjuangkan hak rakyat melalui hak veto di rapat anggaran.


"Tidak boleh ada program pemerintah yang berjalan tanpa pembahasan dan persetujuan DPR. Jika kepentingan rakyat kecil tidak dimasukkan dalam anggaran, saya sebagai pimpinan tidak akan ragu untuk menghentikan rapat. Kita di sini untuk bertarung demi hak masyarakat," pungkasnya.


Selain pertanian dan infrastruktur, dalam reses ini juga mengemuka aspirasi mengenai bantuan UMKM seperti mesin jahit dan alat perbengkelan yang akan segera ditindaklanjuti melalui program aspirasi tahun berjalan.(tim)

Tidak ada komentar